Jumat, 02 Agustus 2013

PLN Diminta Tak Padamkan Listrik Saat Pawai Dan Shalat Idul Fitri


HARIAN VOKAL

Jumat, 2 Agustus 2013

PLN Diminta tak Padamkan Listrik Saat Pawai dan Shalat Idul Fitri

Demikian disampaikan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dalam Musyawarah Unsur Pimpinan Daerah (Muspida) yang di gelar di Aula Kantor Wali Kota Pekanbaru, PLN, Kata Wawako, harus memastikan tidak terjadi pemadaman karena di pastikan akan mengganggu pelaksanaan pawai dan salat I’d nantinya.

Malam takbir hingga pelaksanaan Idul Fitri Kita minta agar PLN memastikan lampu tidak mati, pinta Wawako Ayat Cahyadi.

Selain itu, sebut Ayat, Pemko Pekanbaru juga mengingatkan kepada seluruh panitia Salat Idul Fitri se- Pekanbaru yang melaksanakan salat di lapangan agar mempersiapkan lokasi alternatif untuk mengantisipasi turunnya hujan saat pelaksanaan sholat nantinya.

Masjid dan mushollah di kawasan masing-masing tetap di bersihkan bagi yang sholat di lapangan. Selain itu, Khatib dan imampengganti juga harus stndby, manatau pada hari H mereka berhalangan, jadi sudah ada pengganti, ujarnya.

Untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri sendiri, Pemko Pekanbaru belumbisa memastikan sebelum adanya ketetapan dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama baru akan melakukan sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal 1434 H, pada Rabu 7 Agustus 2013 nanti.

Tahun ini kita berharap pelaksanaan Sholat I’d nya bisa serentak, harap Wawako.

Rabu, 31 Juli 2013

Wawako Hadiri FGD Tajaan BNNP Riau



VOKAL PEKANBARU

RABU, 31 JULI 2013

Wawako Hadiri FGD Tajaan BNNP Riau

PEKANBARU (VOKAL)- Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang di adakan Badan Narkotika Nasional (BNN), melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) di Yayasan Siklus, Senin (29/7). Acara ini diselenggarakan berkat kerjasama antara BNN dengan tempat rehabilitasi adiksi berbasis masyarakat Yayasan Siklus.

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Brijen Pol dr Budyo Prasetyo Sp RM, Kepala BNN Riau Komisaris Besar Polisi Drs Bambang Setiawan dan para perwakilan intansi terkait, Kepala Lapas, Ketua Granat Riau dan Kota serta tokoh masyarakat sertta pengelola tempat rehabilitasi pecandu narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) selaku vocal point dan leading sector dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus berupaya menekan laju peningkatan jumlah pecandu di Indonesia salah satunya melalui bidang rehabilitasi. Rehabilitasi menjadi satu hal yang amat pokok dalam menekan jumlah penyalahguna di Indonesia yang terus berkembang.

Seperti diketahui, narkoba adalah permasalahan yang amat kompleks dan merupakan kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime). Hasil penelitian BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes-UI) pada tahun 2008 menunjukkan angka prevalensi pecandu narkoba di Indonesia sebesar 1,9 % atau sekitar 3,1 – 3,6 juta jiwa. Di tahun 2011 angka prevalensi  itu naik menjadi 2,2 % atau sekitar 3,7 – 4,7 juta orang.

Berdasarkan Jumlah Data P4GN Tahun 2010, jumlah pecandu Narkotika yang menjalani proses rehabilitasi medis dan sosial hanya sebesar 0,5 % atau sekitar 18.000 orang pecandu Narkotika. Hal tersebut dikarenakan minimnya jumlah panti rehabilitasi yang ada di Indonesia. BNN sendiri hanya mampu menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi lebih kurang 2000 orang pecandu.

Amat sangat dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk dapat membantu para korban penyalahgunaan Narkoba menjalani proses rehabilitasi. Oleh karena itu disela-sela acara FGD ini BNN dalam memilihkan para pecandu khususnya di Provinsi Riau. Dua lembaga yang ditunjuk itu yaitu Yayasan Siklus dan Klinik Rehabilitasi Narkoba Kota Pekanbaru dan dua lembaga tersebut diberikan sejumlah bantuan untuk operasional.

Diharapkan dengan adanya dua lembaga tersebut dapat membantu BNN atau pemerintah untuk menekan tingkat penyalahgunaan narkoba dan dapat memulihkan para pecandu narkoba khususnya yang berada di wilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, sehingga target 2015 bebas dari narkoba  dapat terwujud.

Ditempat terpisah, sebelum FGD di Yayasan Siklus, Kasi Fasilitasi Rehabilitasi Komonitas Teraputik Komponen Masyarakat Suhartni Saragi  SKM beserta stafnya menyempatkan diri bersilaturrahmi ke rehabilitasi dr Uvirda dan Wanton SH MH Msi “Klinik Ummi Medika” Jalan Garuda Sakti Kilometer 3 Pekanbaru.

“Kehadiran BNN, penghargaan yang luar biasa. Sebab kehadiran tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan rehabilitasi satu-satunya di Riau yang dikelola pihak swasta. Namun dengan kesempatan ini saling berbagi pengalaman dan mencari jalan solusinya agar klinik ini tetap eksis,” kata Wanton.

Sementara itu, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dalam penjelasannya, sangat berterima kasih dengan diselenggarakan kegiatan ini. Semoga dengan kegiatan semacam ini dapat memberikan kebaikan Negeri Lancang Kuning, tutupnya.

Selasa, 30 Juli 2013

Pasar Senggol Dilalap Si Jago Merah, Wawako Turut Prihatin



Pekanbaru Pos 

SELASA, 30 JULI 2013

Pasar Senggol Dilalap Si Jago Merah

PANAM (perpos) – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar senggol di belakang MTC Giant Panam mendapat cobaan berat di penghujung Ramadhan ini. Bukan digeruduk Satpol Pamong Praja, tapi karena kios beserta barang dagang mereka hangus dilalap si jago merah pada senin (29/7) pukul 10.00 WIB.
Lurah Simpang Baru Kecamatan Tampan, Liswarti kepada wartawan mengatakan kebakaran tersebut diduga terjadi karena hubungan pendek arus listrik.

“Dugaan sementara karena hubungan pendek arus listrik, namun mengenai penyebabnya kita serahkan kepada aparat kepolisian. Dari data yang kami punya lebih dari 85 persen lapak terbakar atau sekitar 320 lapak,” terangya.

Dari pantauan Pekanbaru Pos, asap tebal mulai terlihat membubung ke udara pukul 10.30 WIB. Tak perlu lama bagi api untuk melalap lapak yang terbuat dari bahan mudah terbakar itu. Apalagi, di dalam lapak itu rata-rata yang dijual adalah pakaian, sepatu, dan tas, yang merupakan makanan empuk si jago merah. Ada juga beberapa mesin genset yang terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Andy Sukarmen  saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan pihaknya dalam mengatasi kebakaran tersebut menurunkan delapan unit mobil pemadam dengan 32 personil.

“Kondisi bangunan yang tenga kosong ditinggal pedagang serta bahan-bahan yang dijual mudah terbakar diduga menjadi  penyebab dengan cepatnya api menjalar  dan menghanguskan lapak pedagang”. Katanya.
Di jelaskan Andy, upaya pemadaman sempat mendapat sedikit halangan karena banyaknya warga yang menonton sehingga menyulitkan mobil dan petugas untuk mendekat ke lokasi.

Wawako Turut Prihatin 

Pasca terbakarnya ratusan lapak PKL, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi ,Ssi langsung menunjukkan rasa prihatinnya  atas musibah tersebut.

Menurut Wawako, para pedagang sedang mengais rezeki menyambut hari raya Idul Fitri. Mengatasi hal ini, Wawako menganjurka jika para pedagang mau, bisa bergabung berdagang di Pasar Purwodadi atau Pasar Pujasera di Jalan Arifin Ahmad.

“Setiap ada musibah, kalau umat Islam pasti kita selalu mengucapkan innalillahi wainna ilaihirojiun. Pasca kebakaran ini pasti para saudara-saudara kita merasa mengalami keterpukulan yang luar biasa,” ucap Wawako.










Wawako Minta Masyarakat Melapor



BERITA TERKINI

SELASA 30 JULI 2013

Kalau Ada Oknum Pemko Membeking

Wawako Minta Masyarakat Melapor

PEKANBARU- Wakil  Walikota Pekanbaru,  Ayat Cahyadi mengaku kesal saat mendapatkan kabar, ada oknum Pemerintah Kota Pekanbaru yang melakukan pembekingan terhadap tempat hiburan atau rumah makan.

“Ah.. Tidak ada itu. Kalau memang ada, ayo laporkan kepada saya. Yang mana orangnya, hari ini juga akan saya berikan sanksi tegas,” kata Wawako usai shalat Dzuhur di Kantor Walikota Pekanbaru, Senin (29/7) kemarin.

Pada Bulan Ramadhan 1434 Hijriah kali ini, beberapa perusahaan rumah makan  dan tempat hiburan banyak yang tidak memperdulikan surat edaran Pemerintah Kota Pekanbaru. Dimana diantara bunyi edaran tersebut, selama Ramadhan tempat  hiburan tidak boleh bukia. Namun kenyataannya, beberapa hari lalu kepolisian berhasil melakukan razia tempat hiburan.

Hasilnya, ratusan botol minuman keras berhasil diamankan di salah satu biliar. Tidak itu saja, kedai kopi dan rumah makan muslim juga masih ada buka siang hari. Hal ini terjadi informasinya, adanya aparat terkait melakukan pembekingan terhadap tempat tersebut.

“Kita mengimbau kepada pengusaha agar menghargai umat Muslim beribadah. Jangan kita sendiri yang umat muslim yang tidak menghargai, sementara umat agama lain saja menghargai,” papar Ayat.

Lokasi Ini Rekomendasi Pak Ayat



TRIBUN PEKANBARU

SELASA, 30 Juli 2013

 Lokasi Ini Rekomendasi Pak Ayat

Dosen PCR Bagi-bagi Paket Sembako dan Baju Layak Pakai di Okurra

PEKANBARU, TRIBUN – Sebanyak lima dosen Politeknik Caltex Riau (PCR) datangi masyarakat yang tinggal di Desa Geringging Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Senin (29/7) pagi.

Kedatangan mereka ke desa tersebut, bukan untuk melakukan penelitian, tapi memberikan Bantuan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar desa tersebut.

Ketua Panitia, Rizki Dian Rahayani mengatakan, pagi itu mereka memberikan sebanyak 78 paket sembako. Selain paket sembako, mereka juga memberikan baju bekas yang masih layak pakai.

“Kami ingin berbagi dengan masyarakat. Kebetulan pas Ramadhan, sesuai dengan anjuran harus banyak-banyak bersedekah,” kata dosen pengajar Telekomunikasi yang akrab disapa Uky ini saat berbincang bersama Tribun di sela acara.

Uky mengatakan, kegiatan sosial tersebut, bukan kegiatan pertama. Sebab, sudah sejak 2008 mereka melakukan kegiatan serupa, dengan lokasi penerima bantuan yang berbeda.

Terkait pemilihan lokasi di desa itu, berdasarkan informasi dari Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi.
“Pak Ayat, pernah bilang, kalau di Rumbai Pesisir ini ada daerah bernama Geringging, yang sebagian besar bekerja sebagai buruh sawit. Makanya tahun ini, kami memilih tempat ini,” ujarnya.

Bantuan Sembako dan baju bekas layak pakai, merupakan hasil bantuan yang diberikan oleh dosen, staff administrasi, dan pegawai perpustakaan di lingkungan PCR.

Secara suka rela para karyawan PCR menyisihkan sadaqah selama bulan Ramadhan. Sedangkan baju, merupakan pakaian bekas layak pakai yang dibawa dari rumah masing-masing. “ Kalau sembako kami beli dari uang hasil sadaqah dari sejak awal ramadhan,” Kata Uky.

Meski tak begitu banyak, bantuan yang mereka bawa untuk masyarakat, namun Uky berharap, dapat memberikan kebahagiaan. (rbp)